Skip to main content

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun.

Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya.

Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5.5% unique IP dari jutaan user yang mengakses laman Google diketahui telah membawa beberapa bentuk injected ads, dan paling banyak berasal dari Superfish.com (sekitar 16.000 website terkena injeksi iklan oleh Superfish.com)

Google menemukan ada sekitar 5.1% laman yang dibuka di Windows dan 3.4% laman di Mac ditengarai mengandung Ad Injection. Dan buat kita di Indonesia, ternyata kita ada pada wilayah yang termasuk besar penyebaran Ad Injectionnya. Kita masuk kepada wilayah mendekati 12.5% ( sekitar 8% pembukaan halaman web telah terinjeksi)
Impact dari penyebaran Ad Injection. Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Asia Tenggara menjadi wilayah dengan konsentrasi injeksi yang tinggi


Google menyatakan bahwa mereka telah membuat Google Webstore lebih bersih lagi dengan membuang 192 software penipu yang telah menyebabkan 14 juta user (browsernya) terkena injeksi iklan dari Webstore.
Lebih lanjut Google mengaku telah menambahkan pengamanan baru ke Google Webstore untuk melindungi user dari ekstensyen yang menipu dan mengandung injeksi iklan.

Namun, mengingat bahwa injeksi yang berasal dari Webstore hanya berkisar 10% dari total injeksi yang terjadi, sementara sisanya berasal dari peramban yang pernah terinfeksi. Untuk itu google telah menyediakan petunjuk pembersihan peramban yang pernah terinfeksi juga meningkatkan kemampuan Safe Browsing nya.

(Dari Berbagai Sumber)

Popular posts from this blog

Replikasi PostgreSQL 9.0

PostgreSQL 9.0.x mungkin merupakan satu lompatan yang mampu menyejukkan 'kekeringan' para penggemar PostgreSQL akan satu fitur yang paling sangat dinantikan. Replikasi. Semenjak saya mulai keranjingan PostgreSQL pada tahun 2006, hal yang paling sering mengganggu adalah masalah replikasi data. Tak usahlah sampai ke active-active, active-passive pun terasa amat sulit mendapatkan pemecahannya. Memang teramat banyak pilihan replikasi untuk postgres, namun, ataghfirullah, reliability nya sangat-sangat rentan. Terutama bila dipegang oleh orang yang tidak terlalu menguasai. Sebut saja pgCluster, pgPool, sequoia, atau Slony. Hampir semua nyaris bikin frustasi, kecuali Slony. Hanya proses inisiasi Slony teramat-amat sangat ribet dan menghasilkan rieut yang sangat. Nah ribet, rieut inilah kemudian yang dicoba untuk dipangkas oleh Replikasi PostgreSQL 9.0. Streaming Replication Streaming Replication? Kenapa streaming? PostgresSQl 9.0.x memanfaatkan XLOG (pg_xlog) untuk melakukan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...