Skip to main content

Menginstall IBM Rational Performance Tester 8.5.1 pada RedHat Enterprise Linux 64bit (Rasa Centos)

Mas Bro dan Mbak Sis, setelah kita berhasil menginstall RedHat EL rasa Centos, sekarang kita coba menginstall IBM Rational Performance Tester (IBM RPT) 8.5.1 di atasnya. Wow.... bukannya itu gak certified? Lha yo betul, RHEL 6 64 bit itu memang gak certified buat IBM RPT.  Makanya kita coba nulis ini.

Ok, kita lanjut.
Bumbu-bumbunya:

  • IBM Install Manager (ENT_DEPLOY_1.7_LINUX_X86_64.zip, terekstrak ke dalam direktori EnterpriseCD-Linux-x86_64)
  • Rational Performance Tester Setup (RPT_8.5.1_Setup.zip, terekstrak ke dalam direktori RPT_SETUP)
  • Rational Performance Tester Core (RPT_8.5.1_Core.zip, terekstrak ke dalam direktori RPT)
  • Agent Controller (RPT_Agen_Controller_8.5.1.zip, terekstrak ke dalam direktori RPTAGENT_SETUP)
  • Rational License Server (RLKS_8.4.1_FOR_LINUX_X86_ML.zip, terekstrak ke dalam direktori RLKS_SETUP_LINUX_X86)


Bumbu-bumbu di atas bisa dibeli di warung IBM terdekat.

Memulai Proses Installasi.
Meskipun gak disarankan, Mas Bro dan Mbak Sis, saya lebih suka menginstall aplikasi ini melalui desktopnya root.  Tapi inget, ini cuma buat nginstall aja ya.  Kita bisa mengakses desktop milik root dengan 3 cara.

Cara pertama, langsung ke komputernya.  Gak perlu diuraikan kan?

Cara kedua dengan remote desktop protocol. Cara ini memungkinkan kita ngoprek dari jarak jauh.  Test performa biasanya melibatkan jumlah user yang sangat besar, maka media testnya harus mampu untuk mengemulasi jumlah user yang bersar itu.  Tentunya kita tidak bisa mengandalkan PC biasa untuk itu. Sebaiknya kita menggunakan resource yang redundan Mas Bro dan Mbak Sis.  Kenapa? Ya biar jangan sampai ada keraguan terhadap hasil test. Bisa jadi lemot karena mesin yang dipakai mengakses memang lemot. Iya tidak?
Nah, untuk menyediakan akses remote desktop, kita cukup menginstall paket xrdp ke dalam sistem linux kita dengan cara:

root@komputer:~$yum install xrdp

Akses rdp bisa dilakukan melakui linux (rdesktop) maupun windows (rtc).  User yang digunakan adalah user linux.  Dan, dalam proses kita nanti kita akan gunakan user 'root'.

Cara ketiga adalah dengan setting X11Forwarding pada ssh server.  Ada 2 line yang harus kita modifikasi nilainya pada file /etc/ssh/ssdh_config yakni X11Forwarding harus 'yes' dan X11UseLocalhost harus 'no'.  Akses ssh dengan tambahan parameter '-X'.   Akses hanya bisa dilakukan dari Linux atau sistem yang mendukung X11 Server.  Windows dengan emulasi X11 Server emulator.  Dan, Mas Bro, Mbak Bro, untuk keperluan ini, silakan pakai Mobaxterm.  Ini adalah aplikasi portable, jadi gak perlu nginstall.

OK, kembali ke laptop.....
Setelah kita bisa mengakses root desktop, kita masuk ke direktori di mana semua bumbu kita simpan. Kita masuk ke 'EnterpriseCD-Linux-x86_64'.  Jangan jalankan launchpad.sh.  Karena ini cuma akan menghasilkan kesalahan seperti berikut.
Pesan kesalahan untuk launchpad.sh
Kita tentunya gak terlalu pengin sibuk untuk memecahkan masalah ini.  Jadi mending langsung masuk ke direktori dibawahnya "InstallationManager". Kemudian, jalankan file 'install'

root@komputer:~$./install

Setelah UI utama dari Installation Manager (IM) akan terbaca bahwa Installation Manager tidak mempunyai informasi repository instalasi.  Untuk itu, kita harus menentukan dulu dengan mengklik File->Preferences dan pilih Repositories pada dialog box yang muncul.

Kotak Dialog Preferences
Untuk menambahkan repository klik tombol Add Repository sehingga muncul kotak dialog berikut.

Add Repository
Selanjutnya ketik full path dari file repository yang mau diambil atau klik browse sehingga muncul kotak dialog berikut.


Browse Repository File

Perhatikan listbox yang berwarna merah jambu.  Hanya file-file dengan format extension yang tertulis di situlah yang bisa dibaca.

Setelah kita tambahkan repositories, kita bisa lanjutkan proses instalasi dengan mengklik Install pada kotak dialog utama Installation Manager.

Kotak Dialog utama Installation Manager

Selanjutnya tidak ada yang spesial dari proses installasi.  Centrang pada check box dan klik next.  Saran saya, pilih yang bisa diinstall saja. Karena dalam paket ini ada License Key Administrator yang hanya jalan di Windows. Cuma, yang harus diingat adalah bahwa tanpa activation/license Software ini akan terinstall sebagai trial software.  Untuk mengaktifasi software agar menjadi permanent license pilih "Manage Licenses" sehingga muncul kotak dialog berikut.

Kotak Dialog Aktifasi Produk.
Contoh di atas memang sudah permanen karena saya sudah mengaktifkannya Mas Bro dan Mbak Sis.  Tapi kalo masih belum permanen silkan pilih "Import Product Activation Kit", klik next dan ikuti langkah selanjutnya.

Setelah mengaktifkan produk, sebenarnya proses installasi juga telah selesai. Produk sudah bukan lagi produk trial.  Namun, base installation ini cuma bisa mengemulasi maksimal 5 virtual user.  Untuk mengaktifkan virtual user lebih dari 5 Mas Bro dan Mbak Sis harus membeli license terpisah.  Ok Mas Bro dan Mbak Sis??






Popular posts from this blog

Snort dan Suricata IDPS

Sugeng pagi, Mas! Pagi, gimana kabarnya? Baik, Mas. Gini, Mas! Saya lagi pusing ngurusin jaringan di kantor. Pusing kenapa? Itu lo, Mas, virus tau-tau nongol tanpa permisi.  Bikin jaringan jadi lemot. Yang lebih repotnnya lagi, kita gak tau dari sebelah mana penyebarannya. Lah, gitu aja kok pusing.  Kamu punya alat monitoring macem IDS gak? Apa itu IDS, Mas? IDS itu, singkatan coro londo Intrussion Detection System.  Maksudnya sistem buat mendeteksi aktifitas penyusupan. La, itu kan bukan antivirus, Mas! Lagian mana ada sih yang nyusup di kantor saya.  Apalagi kantor banyakan mainnya di jaringan private. La ini, yang salah! Jangan beranggapan bahwa setiap penyusupan itu datangnya dari luar. Ancaman kebocoran itu paling besar justeru datangnya dari dalam. Dan satu hal lagi penyusupan tidak harus terjadi dalam satu saat.  Seperti proses penyusupan yang dilakukan dengan menggunakan kuda trojan.  Para penyusup justeru anteng dulu di dalam kuda trojan....

Null Allowed dan PK di Sybase ASE

Ha ha ha ha... Setelah nginep (eh nginep nggak dong la wong gak tidur) semaleman buat migrasi data, aku dapet PR baru. Menyempurnakan tool yang aku bikin. Ya harus disempurnakan la wong jalannya masih geyal-geyol. Hi hi hi hi. Hari ini, aku mencoba untuk membuat satu routine buat mengekstrak DDL bukan lewat tool yang dah ada dari Sybase, tapi murni bikinanku sendiri. Setelah tengok sana tengok sini make matanya Oom Google, akhirnya bisa terbentuk juga query dasar buat ekstrak DDL. Tapi masalah kemudian adalah menentukan suatu kolom masuk ke PK dan kemudian apakah suatu kolom itu nullallowed. Ternyata kunci untuk masuk ke PK ada di system table yang namanya 'sysindexes' dan untuk null allowed karena mengacu ke kolom ada di syscolumns. Check ini ada di kolom status dari syscolumns. Kondisi untuk check adalah 'status & 8' jika menhasilkan lebih besar dari 0 maka dia null allowed jika sama dengan 0 maka dia not null. Kemudian untuk masuk ke pk atau tidak checknya ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...