Skip to main content

Mengaktifkan Virtual User License Rational Performance Tester Linux RHEL 64bit (Rasa Centos)

Masih sekitar Rational Performance Tester, yang telah dibahas pada bab sebelumnya, untuk bisa melakukan testing dengan mengemulasi lebih dari 5 user, maka kita harus membeli lisensi terpisah.  Yang menjadi permasalahan utama di sini adalah bahwa Rational License Key Server itu berjalan pada platform 32bit.  Sementara Rational Performance Tester sendiri berjalan pada plaftform 64bit. Sehingga, bila kita jalankan lmgrd, akan memberikan error sebagai berikut:

/lib/ld-lsb.so.3: bad ELF interpreter: No such file or directory

Ok, Mas Bro, Mbak Sis. Untuk memecahkan masalah ini, langsung aja, kita check paket  apa yang menyediakan library dibutuhkan oleh lmgrd.
root@komputer:~$ yum provides /lib/ld-lsb.so.3
Loaded plugins: fastestmirror, product-id, refresh-packagekit, security, subscription-manager
Updating certificate-based repositories.
Unable to read consumer identity
Loading mirror speeds from cached hostfile
 * Webmin: download.webmin.com
 * epel: kartolo.sby.datautama.net.id
redhat-lsb-core-4.0-7.el6.centos.i686 : LSB base libraries support for CentOS
Repo        : OS
Matched from:
Filename    : /lib/ld-lsb.so.3



redhat-lsb-core-4.0-7.el6.centos.i686 : LSB base libraries support for CentOS
Repo        : installed
Matched from:
Other       : Provides-match: /lib/ld-lsb.so.3

Ternyata, beliau membutuhkan redhat-lsb-core-4.0-7.el6.centos.i686.  Jadi, ya udah, langsung aja install itu paket.

root@komputer:~$yum install redhat-lsb-core-4.0-7.el6.centos.i686

Ok, sekarang kita bisa menjalankan License Server, tapi... owww... ada beberapa warning yang muncul pada log karena dijalankan oleh root.

13:33:49 (lmgrd) The license server manager (lmgrd) running as root:
13:33:49 (lmgrd)        This is a potential security problem
13:33:49 (lmgrd)        and is not recommended.

Namun, bila dijalankan oleh user biasa malah gak bisa jalan gara-gara gak bisa buka port buat listening.

13:33:49 (lmgrd) Failed to open the TCP port number in the license.

Hmmm... berarti kita harus kondisikan agar user biasa juga bisa membuka port dengan perintah setcap seperti berikut:

root@komputer:~$setcap 'cap_net_bind_service=+ep' /opt/IBM/RationalRLKS/bin/lmgrd
root@komputer:~$setcap 'cap_net_bind_service=+ep' /opt/IBM/RationalRLKS/bin/ibmratl

Kemudian, untuk menjadikannya start on boot kita perlu sediakan user khusus untuk menjalankannya agar tidak ambigu dengan user yang ada.  Misal usernya adalah lmgrd.  Kita buatkan user dengan nama lmgrd melalui perintah.

root@komputer:~$useradd -r -d /opt/IBM/RationalRLKS -s /bin/bash lmgrd
root@komputer:~$chown lmgrd:lmgrd /opt/IBM/RationalRLKS -Rv
Baik. Setelah semua tersedia, kita edit file /etc/rc.local dan tambahkan line berikut ini ke baris paling bawah.

setcap 'cap_net_bind_service=+ep' /opt/IBM/RationalRLKS/bin/lmgrd
setcap 'cap_net_bind_service=+ep' /opt/IBM/RationalRLKS/bin/ibmratl
su -l lmgrd -c "/opt/IBM/RationalRLKS/config/server_start_stop.sh start"

Kita coba, komputer kita restart dan check dengan perintah 'netstat | grep tcp'. Pastikan service lmgrd telah naik dan listening pada port 27000!

Langkah terakhir adalah menghubungkan Rational Performance Tester dengan License Key Server.  Untuk RPT yang berjalan pada platform Linux kita perlu membuat file dengan nama .flexlmrc pada $HOME direktori dari user yang akan menjalankan RPT.

Namun, karena license digenerate dengan menyebutkan nama host, maka akan lebih baik bila kita mengedit file /etc/hosts dengan menambahkan entry "[SERVER_IP]  [RLKS_SERVER]", dan, pastikan salah satu baris pada file /etc/sysconfig/network berisi HOSTNAME=RLKS_SERVER.
Apabila kita menginstall RLKS pada server dengan nama rpt-00 dengan IP 192.168.111.222, maka:

Isi file /etc/hosts:
.
.
.
192.168.111.222     rpt-00
.
.

Isi file /etc/sysconfig/network:
NETWORKING=yes
HOSTNAME=rpt-00
GATEWAY=192.168.111.1
Isi file $HOME/.flexlmrc:
RATIONAL_LICENSE_FILE=27000@rpt-00

SUDAH!!!!!!

Popular posts from this blog

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun. Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya. Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5....

Masih Pagi??

Ingat saat di sekolah S3 (SD,SMP,SMA) segala sesuatu yang menyangkut hasrat dan keinginan ada kalanya mentog kepada satu frasa: masih pagi. Berpikir tentang rezeki katanya masih terlalu pagi untuk memikirkan hal yang gak-gak gitu. Mengangankan tentang hari nanti (mungkin adalah saat ini), juga dibilang masih terlalu pagi apalagi jika sifatnya pesimistis. Terima kasih untuk semua yang mengatakan itu karena setidaknya aku bisa berfikir saat ini, bahwa memang masih terlalu pagi (saat itu), tetapi terlalu pagi itu bukan artinya untuk berhenti memulai. Tetapi terlalu pagi yang berarti bahwa memang sudah seharusnya dimulai saat itu. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita dapatkan nanti, dan karena itu kita harus tahu apa yang harus kita kerjakan saat ini. Merencanakan adalah kata yang sangat indah untuk diucapkan. Perencanaan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dituliskan manakala pelaksanaan tidak pernah terpikirkan. Semua bermuara pada satu kata : tangggung jawab . Tanggung jawab...

Snort dan Suricata IDPS

Sugeng pagi, Mas! Pagi, gimana kabarnya? Baik, Mas. Gini, Mas! Saya lagi pusing ngurusin jaringan di kantor. Pusing kenapa? Itu lo, Mas, virus tau-tau nongol tanpa permisi.  Bikin jaringan jadi lemot. Yang lebih repotnnya lagi, kita gak tau dari sebelah mana penyebarannya. Lah, gitu aja kok pusing.  Kamu punya alat monitoring macem IDS gak? Apa itu IDS, Mas? IDS itu, singkatan coro londo Intrussion Detection System.  Maksudnya sistem buat mendeteksi aktifitas penyusupan. La, itu kan bukan antivirus, Mas! Lagian mana ada sih yang nyusup di kantor saya.  Apalagi kantor banyakan mainnya di jaringan private. La ini, yang salah! Jangan beranggapan bahwa setiap penyusupan itu datangnya dari luar. Ancaman kebocoran itu paling besar justeru datangnya dari dalam. Dan satu hal lagi penyusupan tidak harus terjadi dalam satu saat.  Seperti proses penyusupan yang dilakukan dengan menggunakan kuda trojan.  Para penyusup justeru anteng dulu di dalam kuda trojan....