Skip to main content

Gambar Sebagai Media Eksploitasi, Stegosploit

Apakah anda berfikir bahwa kucing lucu ini tidak membawa kode berbahaya?
Steganografi adalah teknik menyembunyikan pesan melalui suatu media. Ini adalah teknik kuno yang dilakukan oleh para pengantar pesan jaman dahulu agar pesan yang disampaikan benar-benar sampai kepada penerima. Contoh paling sederhana dari steganografi adalah untaian huruf yang baru bisa dibaca bila dililitkan pda sebatang batang/tabung ukuran tertentu dan dibaca pada arah tertentu.

Saat ini steganografi telah berkembang sedemikian rupa bahkan dari bentuk yang begitu sederhana telah masuk ke dalam format digital. Steganografi sudah semakin rumit, karena pesan disisipkan dalam bit-bit data dari suatu file. Umumnya gambar. Dan Osamah bin Laden adalah merupakan salah seorang yang dianggap paling berbahaya dalam memanfaatkan teknik steganograf, sehingga steganograf tidak lagi bisa dianggap hanya sebagai teknik kuno untuk menyembunyikan pesan. Karena pada kenyataannya, pada kasus Osamah, Al-Qaeda disebut-sebut sebagai pihak yang piawai memanfaatkan teknik ini untuk berkomunikasi secara rahasia. Pesan-pesan ini bisa disisipkan pada gambar, mp3, bahkan pada rangkaian kata-kata yang umum. Dan, saking piawainya mereka memanfaatkan teknik ini, dikatakan bahwa pesan Bin Laden tersembunyi di depan mata kita.

Dengan tertangkapnya Bin Laden, bisa jadi penggunaan steganografi telah berhenti. Tapi bisa juga tidak. Dan saya lebih suka untuk mengatakan tidak. Karena nyatanya, kemungkinan itu masih sangat terbuka lebar. Karena terbukti bahwa penyampaian pesan seperti ini terbukti sangat aman dan tidak butuh teknologi tinggi untuk melakukannya.
Cara ini aman, karena untuk tahu pesan yang disampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendeteksi kandungan pesan diantara object-object digital yang berkeliaran bebas di dunia maya.

Itu tadi cerita tentang bisik-bisik aman via steganogram. Hal yang perlu dicermati kemudian ternyata adalah bahwa teks sebagai obyek yang dibenamkan dalam suatu steganogram bisa dikembangkan menjadi object yang berisi kode berbahaya. Kode yang bisa dieksekusi untuk melakukan eksploitasi terhadap komputer anda.
Baru-baru ini, seorang peneliti pengamanan dari India, Shaumil Shah dalam konferensi Hack in The Box (26th - 29th May 2015 Amsterdam), telah menemukan bahwa teks yang dibenamkan dalam suatu steganogram bisa berupa kode dan bisa dieksekusi, Shah menyebut ini sebagai stegosploit.
Shah menggunakan HTML 5 Canvas Element yang memungkinkan programmer untuk memanipulasi gambar secara dinamis untuk merender code yang dia benamkan dalam piksel-piksel gambar yang ditampilkan dalam suatu halaman web. Shah berhasil menyisipkan kode-kode berbahaya ke dalam gambar, dan bahkan ketika seorang user memperbesar gambar, tak seorangpun menyadari bahwa ada yang sedang berjalan di belakang gambar. Shah menyebutnya sebagai IMAJS, kombinasi image dan js (javascript).
Suatu kode pemrograman pasti membutuhkan trigger untuk menjalankannya. Bisa itu call dari routine lain, atau melalui suatu event interaktif. Untuk kasus ini, bisa menggunaka event clicked. Jadi ketika suatu gambar steganograf di-click, maka HTML Canvas, akan mentrigger suatu method yang akan merender code dan sekaligus mengeksekusinya. Hal ini bisa diindikasikan dari meningkatnya penggunaan CPU (bisa mencapai 100%) dalam waktu yang cukup signifikan. Jika hal ini terjadi pada anda, berarti kemungkinan anda telah di-hack dan bila saat itu anda terhubung dengan internet, maka kemungkinan data pribadi anda juga telah diambil dan dikirimkan kepada pengirim gambar. Komputer anda telah dihack!!!!

Dan, terus terang, pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak saya, "Apakah W3C peduli dengan hal ini?"

Berikut adalah video demonstrasi dari Shaumil Shah:


Sumber: berbagai sumber dan http://thehackernews.com/2015/06/Stegosploit-malware.html

Popular posts from this blog

Awal Perjalanan

Jalan di dusun Pedhudutan pagi ini masih sangat sepi. Meskipun adzan Shubuh telah berkumandang, dan jama’ah Shubuh telah kembali dari langgar, namun aktifitas penduduk masih belum terlihat bergeliat. Hanya beberapa penduduk yang terlihat telah mendahului pergi ke pasar menjemput pagi. Menjemput rezeki pagi ini. Wadasputih, lintasan pegunungan yang melingkupi dusun Pohkumbang, masih nampak hitam di ujung timur seakan mencanda mentari agar tetap dalam peraduannya meski semburat tangan sinarnya telah menggapai awan yang masih malas-malasan di atas sana. Padepokan Gagak Wulung, pagi ini, terasa sangat sepi. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara cantrik mengalunkan pesan-pesan ilahi, maupun yang gladen, olah kanuragan. Bahkan dapur-dapur padepokan yang biasanya diisi oleh para simbok, istri-istri cantrik senior maupun para cantrik perempuan, pagi ini sepi. Hanya ada sedikit sisa asap pedhangan bekas menanak nasi tadi, sebelum subuhan. Semua cantrik berkumpul di depan pendo...

Analisis Interaktif Kerentanan PHP

Dasbor Analisis Kerentanan PHP 2025 Analisis Interaktif Kerentanan PHP CVE-2025-1735 (pgsql) & CVE-2025-6491 (SOAP) CVE-2025-1735 CVE-2025-6491 Ringkasan CVE-2025-1735: Ekstensi `pgsql` Kerentanan ini berasal dari penanganan kesalahan yang tidak memadai dalam ekstensi PostgreSQL PHP, yang berpotensi menyebabkan Injeksi SQL dan Penolakan Layanan (DoS). Bagian ini memvisualisasikan data kunci untuk memahami risikonya. Detail Kerentanan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...