Skip to main content

Pembelian Motorola oleh Google seperti Pisau Bermata Banyak

Sebagai sistem operasi baru, Android bagi saya merupakan suatu fenomena IT yang tidak bisa diabaikan. Sama seperti mbah-nya, Google, Android datang bukan dengan pelan-pelan. Dia datang dengan kekuatan penuh merangsek bagaikan air bah mengisi setiap ruang yang mungkin untuk dia isi. Apalagi didukung dengan berkembangkan gaya hidup IT saat ini, kedigjayaan Google dan Android-nya semakin memperlihatkan ujudnya.  Dan, bagi kita di Indonesia, setelah mengalami gegap gempita Blackberry, saat ini pada Android pun tak mau kalah dengan pestanya. Meskipun berbeda dengan Blackberry yang datang bukan sekedar sebagai operating system, namun juga mesin (gadget) nya; pesta Android tak kalah meriah karena justeru melibatkan banyak vendor. Sebut saja HTC, Samsung, LG, Sony Ericsson dan lain-lainnya. Bahkan vendor-vendor 'lokal' pun banyak yang ikut terlibat dalam pesta ini.
Gegap gempita Android ini sempat pula membuat pihak Google merasa risau, dan sempat muncul rumor bahwa Google akan membatasi lisensi Android nya untuk tidak menjadi open source lagi. Namun hal ini ditampik oleh pihak Google dan menyatakan bahwa mereka hanya memperketat pengawasan terhadap Android saja.  Dan sepertinya niatan untuk memperketat pengawasan terhadap android benar-benar diwujudkan dengan pembelian Motorola oleh Google. Dalam satu sisi benar, Google akan bisa mengontrol lebih ketat penggunaan Android karena dengan Motorola (orang banyak kemudian menyebut Gogorola) yang telah menjadi milik Google, Android akan tampil lebih baik lagi sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Google. Dan disisi lain, tentunya Google harus juga mempertajam pemasaran Gogorola, karena ternyata pemenang Android saat ini justeru adalah Samsung, dan bukan Motorola. Dan yang paling mengancam Google dengan Android dan Motorolla nya adalah munculnya pernyataan bahwa alasan untuk tidak memilih Android adalah sangat benar dari Nokia.
Sangat wajar Nokia menyatakan hal ini, karena apabila Nokia memilih Android, sementara Google sebagai pemilik Android telah memiliki Motorola, maka mau tidak mau Android yang dibenamkan ke dalam gadget Nokia harus melawan Android Motorola yang sangat mungkin bisa berbeda. Jadi, marilah kita lihat, apakah kemudian Samsung justeru akan menumbangkan Motorola atau kembali ke Bada? Apakah gadget 'lokal' akan kembali ke MTK (Mediatek)? Kita lihat saja nanti......

Popular posts from this blog

Awal Perjalanan

Jalan di dusun Pedhudutan pagi ini masih sangat sepi. Meskipun adzan Shubuh telah berkumandang, dan jama’ah Shubuh telah kembali dari langgar, namun aktifitas penduduk masih belum terlihat bergeliat. Hanya beberapa penduduk yang terlihat telah mendahului pergi ke pasar menjemput pagi. Menjemput rezeki pagi ini. Wadasputih, lintasan pegunungan yang melingkupi dusun Pohkumbang, masih nampak hitam di ujung timur seakan mencanda mentari agar tetap dalam peraduannya meski semburat tangan sinarnya telah menggapai awan yang masih malas-malasan di atas sana. Padepokan Gagak Wulung, pagi ini, terasa sangat sepi. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara cantrik mengalunkan pesan-pesan ilahi, maupun yang gladen, olah kanuragan. Bahkan dapur-dapur padepokan yang biasanya diisi oleh para simbok, istri-istri cantrik senior maupun para cantrik perempuan, pagi ini sepi. Hanya ada sedikit sisa asap pedhangan bekas menanak nasi tadi, sebelum subuhan. Semua cantrik berkumpul di depan pendo...

Analisis Interaktif Kerentanan PHP

Dasbor Analisis Kerentanan PHP 2025 Analisis Interaktif Kerentanan PHP CVE-2025-1735 (pgsql) & CVE-2025-6491 (SOAP) CVE-2025-1735 CVE-2025-6491 Ringkasan CVE-2025-1735: Ekstensi `pgsql` Kerentanan ini berasal dari penanganan kesalahan yang tidak memadai dalam ekstensi PostgreSQL PHP, yang berpotensi menyebabkan Injeksi SQL dan Penolakan Layanan (DoS). Bagian ini memvisualisasikan data kunci untuk memahami risikonya. Detail Kerentanan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...