Skip to main content

Nah Lo, Huawei vs. Xiaomi, Siapa Menang?

Huawei Honor 4x (Teena)
Kalau Xiaomi Redmi yang awalnya dikenal di China sebagai Xiaomi Redrice alias beras merah telah berhasil menghingar-bingarkan beberapa negara termasuk Indonesia karena harganya yang murah plus fitur komplit serta performa yang nggak abal-abal, maka Huawei yang telah lebih dulu nongkrong di Indonesia pastinya kepanasan.
"Lah emangnya gua kagak bisa apa? Dia China, gua China juga.  Tahulah gua gimana bikin jadi murah.  Mau bukti?"
Begitu kira-kira ngomelnya Huawei gara-gara brisiknya Xiaomi di pasaran.
"Nih gua punya Honor 4 X," kata si Huawei lagi.
Waw itu karena memang waw, tapi bukan wakwaw!  Huawei Honor 4 X, ponsel cerdas dengan 64bit Quadcore 1.2 GHz Snapdragon processor, 2 GB RAM, 13MP kamera belakang 5MP kamera depan, LTE (TD --china doang-- dan FDD), TD-SCDMA, WCDMA, CDMA(?) dan GSM. OS Android 4.4.4 dengan layar masih sama dengan Xiaomi Redmi 1s (720HD).   Nah Lo...  nyaris diborong abis tuh fitur sama Huawei.

Cuma gini, Xiaomi ini punya jaringan pengguna yang cukup kuat.  Dia tahu, salah satu hal yang cukup menentukan keputusan orang membeli atau tidak itu adalah antar muka pemakai (user interface).  Xiaomi mirip Oppo dalam hal memaintain pengguna melalui komunitas.  Dan mungkin subjective, Xiaomi lebih kuat dan lebih luas dalam penyebaran komunitasnya.  Sementara Huawei yang core sebenarnya adalah infrastruktur jaringan, mungkin tidak terlalu memperhatikan ini.
Xiaomi Redmi 1s (banyak sumber)
Sepertinya, masih cukup berat buat Huawei untuk menyaingi pemasaran Xiaomi.  Karena, bagaimanapun user adalah juri yang terbaik.  Semakin banyak user bisa dibuat senang, maka semakin loyal dia, dan pastinya dia juga akan bercerita kepada kawannya.  Dan, komunitas adalah alat yang terbaik untuk menepis isu.  Meskipun bisa juga berfungsi sebaliknya.
Namun, pengenalan yang masif dan tarik ulur peluncuran produk bisa juga mentrigger rasa ingin tahu pengguna.  Dan, bila ini kemudian dilakukan oleh Huawei, maka sepertinya Huawei masih punya kesempatan menang.

Namun begitu, pasar mungkin sulit ditebak. Namun, yang pasti bisa diharapkan adalah bahwa pengguna adalah juri yang terbaik. Ok, jadi kita lihat saja, China v.s. China, siapa yang bakal menang


Popular posts from this blog

Awal Perjalanan

Jalan di dusun Pedhudutan pagi ini masih sangat sepi. Meskipun adzan Shubuh telah berkumandang, dan jama’ah Shubuh telah kembali dari langgar, namun aktifitas penduduk masih belum terlihat bergeliat. Hanya beberapa penduduk yang terlihat telah mendahului pergi ke pasar menjemput pagi. Menjemput rezeki pagi ini. Wadasputih, lintasan pegunungan yang melingkupi dusun Pohkumbang, masih nampak hitam di ujung timur seakan mencanda mentari agar tetap dalam peraduannya meski semburat tangan sinarnya telah menggapai awan yang masih malas-malasan di atas sana. Padepokan Gagak Wulung, pagi ini, terasa sangat sepi. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara cantrik mengalunkan pesan-pesan ilahi, maupun yang gladen, olah kanuragan. Bahkan dapur-dapur padepokan yang biasanya diisi oleh para simbok, istri-istri cantrik senior maupun para cantrik perempuan, pagi ini sepi. Hanya ada sedikit sisa asap pedhangan bekas menanak nasi tadi, sebelum subuhan. Semua cantrik berkumpul di depan pendo...

Analisis Interaktif Kerentanan PHP

Dasbor Analisis Kerentanan PHP 2025 Analisis Interaktif Kerentanan PHP CVE-2025-1735 (pgsql) & CVE-2025-6491 (SOAP) CVE-2025-1735 CVE-2025-6491 Ringkasan CVE-2025-1735: Ekstensi `pgsql` Kerentanan ini berasal dari penanganan kesalahan yang tidak memadai dalam ekstensi PostgreSQL PHP, yang berpotensi menyebabkan Injeksi SQL dan Penolakan Layanan (DoS). Bagian ini memvisualisasikan data kunci untuk memahami risikonya. Detail Kerentanan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...