Skip to main content

Kelemahan Android Pada Browser Bawaan

Wow, ternyata robot ijo kesayangan kita bisa dihack melalui, hmmm.... default browser. Lho, kata siapa? Kata Rafay Baloch, seorang peneliti pengamanan independen. Kata kawan Rafay (sih....! Kawan.... Ha ha ha... Bukan grup ngannu lho), ini terjadi karena adanya Same Origin Policy atau disingkat jadi SOP.  Suatu policy yang memungkinkan suatu script berjalan bila berasal dari site yang sama. Site yang sama itu bila skema, hostname, dan port yang sama.  Nah, kalo udah dianggep sama, udah deh, itu skrip boleh bergaya apapun di halaman itu termasuk nyolong data-data pribadi bahkan yang paling sensitif seperti password nomer kartu kredit sampe ke dalemannya.  Ada yang bilang, ini bisa disebut personal disaster, kalau.....  Hmm akan jadi personal disaster kalau ada yang bisa bypass SOP. Nah lho.....
Bypass SOP terjadi bilamana informasi properti seperti cookie, lokasi, response, dan seterusnya yang berlaku di Site A, bisa diakses oleh Site B. Wuppss.... kok bisa?! Lha yo bisa... namanya juga bypass. Namun, mengingat sifat dari isu dan potensi kerugian dari dampak kebocoran ini, browser  sudah dilengkapi dengan model pertahanan yang sangat ketat terkait hal ini, dan  SOP bypass juga jarang terjadi pada browser modern, namun ini bukan berarti tidak akan terjadi.  Sewaktu-waktu bisa sangat mungking terjadi. Tuh.....!  Dan menurut Rafay yang menjalankan Android 4.2.1 seperti, Qmobile Noir A20 running Android Browser 4.2.1, and later verified that Sony+Xperia+Tipo, Samsung galaxy, HTC Wildfire berpotensi kebocoran ini akibat salah penanganan nullbytes pada parsing URL.
So jadi, untuk menghindari ini, sebaiknya kita menginstall browser lain dan tidak menggunakan browser bawaan android.
Terimakasih Rafay, ente pinter banget deh.....

Popular posts from this blog

Replikasi PostgreSQL 9.0

PostgreSQL 9.0.x mungkin merupakan satu lompatan yang mampu menyejukkan 'kekeringan' para penggemar PostgreSQL akan satu fitur yang paling sangat dinantikan. Replikasi. Semenjak saya mulai keranjingan PostgreSQL pada tahun 2006, hal yang paling sering mengganggu adalah masalah replikasi data. Tak usahlah sampai ke active-active, active-passive pun terasa amat sulit mendapatkan pemecahannya. Memang teramat banyak pilihan replikasi untuk postgres, namun, ataghfirullah, reliability nya sangat-sangat rentan. Terutama bila dipegang oleh orang yang tidak terlalu menguasai. Sebut saja pgCluster, pgPool, sequoia, atau Slony. Hampir semua nyaris bikin frustasi, kecuali Slony. Hanya proses inisiasi Slony teramat-amat sangat ribet dan menghasilkan rieut yang sangat. Nah ribet, rieut inilah kemudian yang dicoba untuk dipangkas oleh Replikasi PostgreSQL 9.0. Streaming Replication Streaming Replication? Kenapa streaming? PostgresSQl 9.0.x memanfaatkan XLOG (pg_xlog) untuk melakukan ...

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun. Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya. Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5....

Konfigurasi Jaringan Dengan Snort IDS

Para Sedulur, kali ini saya mau mencoba sedikit menggambarkan konfigurasi Jaringan dengan menempatkan satu komputer sebagai pengawas.  Pengawas thok lho, bukan polisi.  Pokoknya cuma ngeliat, nyathet, dan nglaporken saja. Nggak lebih. Kalo pada tulisan percakapan saya sama temen saya terdahulu udah ngomongin bagaimana kita menginstall snort dengan barnyard2 dan snorby , maka saat ini saya mau bercerita tentang bagaimana menempatkan mesin yang telah kita install tersebut ke dalam jaringan kita.  Pada cerita saya kali ini, saya akan menggambarkan penempatan pada jaringan yang cukup besar saja.  Menengah, gitu.  Jadi gak terlalu besar tapi juga gak kecil.  Coba sedulur liat gambar berikut: Pada gambar di atas kita bisa lihat ada 1 managable switch dengan sekian VLAN yang setiap VLAN nya memungkinkan untuk dilebarkan ke 5 switch distribusi. Dan untuk router-nya kita menggunakan Mikrotik Router yang mendukung port mirroring (mis. Mikrotik RB750GL). Kunci...