Skip to main content

PowerBuilder - Binary Data Terbatas sampai 32 KB




Hmm...., ini sebenarnya masalah lama yang pernah aku tangani. Namun kemarin ada lagi temen yang menanyakan hal ini, "Kenapa binary data waktu dieksekusi dengan updateblob make ODBC untuk Sybase ASE gak perah bisa lewat dari 32KB?"
Sebenarnya ini bukan keterbatasan, tapi memang batas yang telah di-set pada file konfigurasinya. Ini dilakukan untuk menjamin performa baik aplikasi maupun database.  Seperti diketahui bahwa Sybase ASE menggunakan device files dan databases nya ditanamkan ke dalam device files tersebut serta binary data ikut dibenamkan ke dalam database dan bukan pada files yang tersimpan pada direktori file system.  Dengan kondisi ini, ukuran 32KB untuk binary data bisa dianggap sebagai ukuran yang cukup kecil namun masih bisa mewakili karena toh untuk file gambar (misal) dalam format jpg dengan ukuran 32Kb masih cukup baik untuk ditampilkan lagi.  Namun pada beberapa kasus, seperti salah-satunya yang dihadapi teman tadi, kita sering tidak bisa men-drive user untuk membatasi ukuran file sampai maksimal 32KB.  Disamping kemampuan si user sendiri, atau dengan alasan kecepatan pelayanan karena si user kebetulan juga melayani kastemer, seringkali kita mengabaikan optimasi performa dengan membatasi besar data, untuk kemudian hanya mengandalkan optimasi pada performa mesin dan komunikasi saja. Ini tidak salah, sampai pada batas yang bisa diterima.
OK, kita kembali ke PowerBuilder.  Untuk koneksi database Sybase ASE menggunakan ODBC, kita bisa melakukan perubahan konfigurasi default dengan memodifikasi file %INSTALLATIONROOT%\Sybase\Shared\PowerBuilder\pbodbxxx.ini. Dimana %INSTALLATIONROOT% biasanya adalah pada "C:\Program Files" atau "C:\Program Files (x86)" untuk windows 64bit, sedang xxx pada pbodb menujukkan versi PowerBuilder terinstall pada mesin atau PowerBuilder yang kita yang akan kita modifikasi file konfigurasinya.  Dengan menggunakan notepad, kita buka file pbodbxxx.ini dan cari pada bagian "[SQL SERVER]".  Hati-hati dengan hasil temuan, karena ada 2 bagian yang mengandung SQL SERVER, satu adalah [MICROSOFT SQL SERVER] sementara yang lain adalah [SQL SERVER]. Kenapa sama-sama menggunakan SQL SERVER, karena baik Sybase ASE maupun Microsoft SQL Server memang pernah dikembangkan secara bersama oleh Sybase dan Microsoft. Kita ambil yang [SQL SERVER] saja.  Perhatikan potongan berikut,

[SQL Server]
PBCatalogOwner='dbo'
PBSyntax='SYBASE_SYNTAX'
PBDateTime='DEFAULT_DATETIME'
PBFunctions='SYBASE_FUNCTIONS'
PBSpecialDataTypes='SYBASE_SPECIALDATATYPES'
PBObjectIDs='YES'
PBMaxBlobSize='32767'
PBMaxTextSize='32767'
PBDWDynamic='NO'
SQLSrvrTSPrefix='0x'
PBTrimCatCharColumns='YES'
PBUseProcOwner='YES'
IdentifierQuoteChar='"'



Nah, kita hanya perlu untuk melakukan modifikasi pada bagian yang diblok hijau.  Untuk file gambar, kita ubah nila PBMaxBlobSize sesuai kebutuhan kita.  Sementara untuk text kita ubah PBMaxTextSize.  Nilai yang tertera dalam satuan bytes.  Jadi, silakan dan selamat mencoba.....

Popular posts from this blog

Replikasi PostgreSQL 9.0

PostgreSQL 9.0.x mungkin merupakan satu lompatan yang mampu menyejukkan 'kekeringan' para penggemar PostgreSQL akan satu fitur yang paling sangat dinantikan. Replikasi. Semenjak saya mulai keranjingan PostgreSQL pada tahun 2006, hal yang paling sering mengganggu adalah masalah replikasi data. Tak usahlah sampai ke active-active, active-passive pun terasa amat sulit mendapatkan pemecahannya. Memang teramat banyak pilihan replikasi untuk postgres, namun, ataghfirullah, reliability nya sangat-sangat rentan. Terutama bila dipegang oleh orang yang tidak terlalu menguasai. Sebut saja pgCluster, pgPool, sequoia, atau Slony. Hampir semua nyaris bikin frustasi, kecuali Slony. Hanya proses inisiasi Slony teramat-amat sangat ribet dan menghasilkan rieut yang sangat. Nah ribet, rieut inilah kemudian yang dicoba untuk dipangkas oleh Replikasi PostgreSQL 9.0. Streaming Replication Streaming Replication? Kenapa streaming? PostgresSQl 9.0.x memanfaatkan XLOG (pg_xlog) untuk melakukan ...

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun. Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya. Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5....

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...