Skip to main content

Penyebaran Ransomware

Ransomware adalah aplikasi (sebut saja virus) komputer yang punya tujuan akhir meminta (baca: memeras) korbannya untuk membayar suatu nilai tertentu agar komputer/data korban bisa kembali seperti semula. Bilas sebelumnya di Android kita mengenal virus koler atau Trojan.AndroidOS.Koler.a, dan di desktop (Windows) kita mengenal Cryptolocker, maka baru-baru ini IC3 (Internet Crime Claim Center) dari FBI (Federal Bureau of Investigatina, Amerika punya) merilis FBI Warning (bukan VCD/DVD lho) yang menyatakan bahwa saat ini ada pendatang baru dunia Ransom Virus dan sudah dikasih nama “CryptoWall” dan beberapa variasinya. Meraka mengatakan bahwa ini merupakan “the most current and significant ransomware threat targeting U.S. individuals and businesses.” Atau gampangnya “Ancaman ransomware paling nyata saat ini yang ditujukan kepada orang-orang dan bisnis di Amerika”

Pada bulan Agustus 2014, setelah menganalisa CryptoWall, para peneliti pada Dell’s SecureWorks menyebutnya sebagai “serangan paling luas dan paling menghancurkan di internet”

Sejak April 2014, IC3 telah menerima 992 keluhan mengenai serangan CryptoWall dengan total kerugian yang dicapai oleh seluruh korban mencapai lebih dari US$ 18juta. Menurut IC3, Dalam setiap aksinya, para pemeras ini menentukan tarif sebesar US$ 200 sampai dengan US$ 10.000.

Meskipun berita yang tersebar saat ini, RansomWare baru menyerang Amerika, bukan berarti bahwa negeri kita tercinta tidak bakal dapet bagian. Saat ini internet telah membuat semua serba terbuka. Tidak ada lagi batas negara, sehingga sangat memungkinkan kita di Indonesia tidak boleh merasa aman, meski disebutkan yang disasar saat ini adalah bisnis dan perseorangan di Amerika. Dan untuk itu, saya ingin merekomendasikan beberapa hal untuk memproteksi diri kita sendiri, antara lain:

  1. Selalu menggunakan antivirus software dan firewall. Gunakan software dari perusahaan yang terpercaya dan pastikan selalu up to date dengan menjalankan auto-update
  2. Aktifkan pop-ups blocker pada browser anda. Pop-up umumnya digunakan oleh penjahat untuk menyebarkan software jahat mereka
  3. Selalu backup data anda. Bila anda mempunyai salinan dari data anda yang tersimpan secara offline, maka itu berarti ransomware telah anda batasi. Setidaknya ketika ransomware telah menyerang, maka tidak semua data bisa mereka rusak.
  4. Selalu curiga dengan attachement, terutama bila e-mail pengirim tidak bisa dikenali.

Apabila anda menerima ramsome pop-up, atau menerima pesan bahwa komputer anda, segaralah anda cabut kabel dari internet untuk menghentikan serangan lebih lanjut.


Sumber: http://elliott.org/advice-you-can-take/fbi-warns-nasty-ransomware-spreading/

Popular posts from this blog

Snort dan Suricata IDPS

Sugeng pagi, Mas! Pagi, gimana kabarnya? Baik, Mas. Gini, Mas! Saya lagi pusing ngurusin jaringan di kantor. Pusing kenapa? Itu lo, Mas, virus tau-tau nongol tanpa permisi.  Bikin jaringan jadi lemot. Yang lebih repotnnya lagi, kita gak tau dari sebelah mana penyebarannya. Lah, gitu aja kok pusing.  Kamu punya alat monitoring macem IDS gak? Apa itu IDS, Mas? IDS itu, singkatan coro londo Intrussion Detection System.  Maksudnya sistem buat mendeteksi aktifitas penyusupan. La, itu kan bukan antivirus, Mas! Lagian mana ada sih yang nyusup di kantor saya.  Apalagi kantor banyakan mainnya di jaringan private. La ini, yang salah! Jangan beranggapan bahwa setiap penyusupan itu datangnya dari luar. Ancaman kebocoran itu paling besar justeru datangnya dari dalam. Dan satu hal lagi penyusupan tidak harus terjadi dalam satu saat.  Seperti proses penyusupan yang dilakukan dengan menggunakan kuda trojan.  Para penyusup justeru anteng dulu di dalam kuda trojan....

Null Allowed dan PK di Sybase ASE

Ha ha ha ha... Setelah nginep (eh nginep nggak dong la wong gak tidur) semaleman buat migrasi data, aku dapet PR baru. Menyempurnakan tool yang aku bikin. Ya harus disempurnakan la wong jalannya masih geyal-geyol. Hi hi hi hi. Hari ini, aku mencoba untuk membuat satu routine buat mengekstrak DDL bukan lewat tool yang dah ada dari Sybase, tapi murni bikinanku sendiri. Setelah tengok sana tengok sini make matanya Oom Google, akhirnya bisa terbentuk juga query dasar buat ekstrak DDL. Tapi masalah kemudian adalah menentukan suatu kolom masuk ke PK dan kemudian apakah suatu kolom itu nullallowed. Ternyata kunci untuk masuk ke PK ada di system table yang namanya 'sysindexes' dan untuk null allowed karena mengacu ke kolom ada di syscolumns. Check ini ada di kolom status dari syscolumns. Kondisi untuk check adalah 'status & 8' jika menhasilkan lebih besar dari 0 maka dia null allowed jika sama dengan 0 maka dia not null. Kemudian untuk masuk ke pk atau tidak checknya ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...