Skip to main content

PowerBuilder 10.5.2 EAServer 6.0.2 Linux

Ceritanya bulan ini nih, ane lagi ada kerjaan porting powerbuilder component ke Sybase EAServer.  Targetnya mendapatkan viabilitas Sybase EAServer terutama yang berjalan di Linux untuk hosting existing application milik kantor. Oleh karena, PowerBuilder yang ada adalah versi 10.5.2, maka pilihan EAServer jatuh pada versi 6.0.2 dan developer edition tentunya.

Pertama, aku coba make OS nya Oom Bill Gate. Microsoft Windows. Fine, semuanya berjalan lancar.  Dengan beberapa penyesuaian mengikuti aturan main di EAServer, aplikasi bisa diporting dengan baik ke EAServer. Client bisa konek dan dioperasikan dengan baik. Fine bin gak ada masalah tentunya.
Berikutnya, bagaimana dengan di Linux?
Grrr....! Full masalah! Ha ha ha....!

Pada aplikasi yang berjalan saat ini ada satu logic yang dibuat untuk mengakomodasi penampilan report yang bersifat dinamis dan bisa di-deploy secara partial tanpa melakukan kompilasi ulang.

PowerBuilder dengan datawindow-nya memang sangat unik. Datawindow yang merupakan object dengan kapabilitas entry data dan data presentation bisa di-assign ke visual / non visual object pada presentasi aplikasi dengan berbagai cara.
Cara Pertama. Dengan meng-assign secara langsung dari datawindow object name yang merupakan variable string ke datawindow control maupun datastore.
::Syntax nya

dw_1.dataobject = "dwObjectName"
ds_1.dataobject = "dwObjectName"

Cara Kedua. Dengan meng-assign psr filename.  Dalam hal ini, datawindow object diekspor sebagai psr file dan diassign ke dataobject.

::Syntax nya
dw_1.dataobject = "[path_to]\psrFileName.psr"
ds_1.dataobject = "[path_to]\psrFileName.psr"

Cara Ketiga.  Dengan datawindow syntax.  Cara ini relatif dynamic dimana datawindow object yang diassign tidak harus ada pada current library list. Atau bahkan bisa dengan membuat datawindow object baru via script.  Namun di sini ane bukan mau cerita yang via script, tapi yang via datawindow object yang tersimpan pada library lain di luar current library list.  Bahkan masih dalam bentuk *.pbl.  Metoda ini menggabungkan LibraryExport PowerFunction dan Create method dari datawindow/datastore control.


::Syntax nya
String sintake,ErroTeks_e
datastore ds_e
integer error_e
ds_e = create datastore
sintake = LibraryExport("[path_to]\PBLFileName.pbl","dwObjectName",ExportDatawindow!)
error_e = ds_e.create(sintake,ErrorTeks_e)
if error_e > 1 then
if error_e > 0 then
    ds_e.settransobject(sqlca)
end if
dst....

Dari ketiga cara di atas kebetulan cara yang diadaptasi oleh aplikasi punya kantor make cara yang ketiga. Nah, lo....!
Semenjak PowerBuilder 9.0 sybase sudah merubah character encoding untuk source PowerBuilder dari DBCS menjadi unicode dengan default encodingnya adalah UTF16LE.
Entah benar enah tidak dugaan saya, inilah kemudian yang mengakibatkan kegagalan routine ini ketika dijalankan dengan memberikan error exception CORBA.MARSHAL bad UTF-8 data.
Awalnya, karena terlalu rajin, ane coba deploy ke berbagai distro utama seperti Ubuntu, RedHat, SuSE, SlackWare, dan terakhir Gentoo. berharap salah satu dari distro tersebut bisa berbaik hati dengan memberikan hasil seperti yang terjadi di Windows.  Namun jauh panggang dari api, usaha gak memberikan hasil. Kambing guling tetap mentah.....
Lama, ane berusaha untuk mencari alternatif dari metoda ini. Akhirnya kepikiran juga kayak begini:
  1. Library yang tadinya *.pbl dibikin jadi *.pbd.
  2. Kemudian library listnya diubah dengan menambahkan pbd file yang berisi datawindow object yang akan digunakan. 
  3. Kemudian assignment datawindow bisa dilakukan dengan menggunakan syntax pertama. 
  4. Pada akhir method, library list dikembalikan kepada nilai awalnya. 
Clear!
Aplikasi dideploy ke server, client di jalankan. Konek sukses. Transaksi sukses. Reporting sukses.  ALHAMDULILLAH!!!! Dan ternyata cukup sederhana.

Popular posts from this blog

Replikasi PostgreSQL 9.0

PostgreSQL 9.0.x mungkin merupakan satu lompatan yang mampu menyejukkan 'kekeringan' para penggemar PostgreSQL akan satu fitur yang paling sangat dinantikan. Replikasi. Semenjak saya mulai keranjingan PostgreSQL pada tahun 2006, hal yang paling sering mengganggu adalah masalah replikasi data. Tak usahlah sampai ke active-active, active-passive pun terasa amat sulit mendapatkan pemecahannya. Memang teramat banyak pilihan replikasi untuk postgres, namun, ataghfirullah, reliability nya sangat-sangat rentan. Terutama bila dipegang oleh orang yang tidak terlalu menguasai. Sebut saja pgCluster, pgPool, sequoia, atau Slony. Hampir semua nyaris bikin frustasi, kecuali Slony. Hanya proses inisiasi Slony teramat-amat sangat ribet dan menghasilkan rieut yang sangat. Nah ribet, rieut inilah kemudian yang dicoba untuk dipangkas oleh Replikasi PostgreSQL 9.0. Streaming Replication Streaming Replication? Kenapa streaming? PostgresSQl 9.0.x memanfaatkan XLOG (pg_xlog) untuk melakukan ...

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun. Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya. Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5....

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...