Skip to main content

8 Jalur Pemerataan Programmer Biar Tet

Terjemahan dan rangkuman bebas dari "8 Ways For A Programmer To Stay Sane" tulisan yang dimuat di Javaloby.com newsletter tanggal 28 nov 2007.

Sebagai programmer memang sering seseorang akan merasa bangga ketika karyanya bisa terwujud dan termanfaatkan artinya lagi menghasilkan. Tetapi, sebagai seorang progarmmer pula orang sering merasa sutris. Apalagi kalo ketemu bermacem-macem permintaan yang kadang-kadang aneh dan gak masuk akal. Dari yang macem gini penghargaan yang tinggi sebagai seorang programmer misih belum cukup buat bisa memberikan keseimbangan mental agar tetep bisa dikategorikan waras. Apalagi cuma sekedar cukup atau bahkan kurang. Nah lo... Jadi untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin bisa menghinggapi seorang programmer perlu tahu hal-hal yang bisa menjadi penyeimbang.

Tahu Kapan Harus Keluar (rehat)

Programmer adalah jenis manusia yang obsesif, seneng sama yang detil, keukeh dan bakal frustasi kalo gak bisa memecahkan permasalahan (dalam koding tentunya). Dia akan kejar terus apapun yang masih ngegantung di otaknya. Ini kurang baik, seharusnya dia bisa meluangkan waktu barang sebentar. Keluar, jalan-jalan, jernihkan pikiran. Baru kembali ke meja kerja setelah merasa tenang.

Pakailah Waktu Makan Siang

Seringkali seorang programmer lebih suka membawa makan siangnya ke meja kerjanya. Sambil ngecek website kesukaannya, tanpa dia sadari ada customer yang tahu atau mungkin nggak sengaja tahu ada orang di dalam kantor, akhirnya telpon berdering krang-kring-krang-kring. Mau gak mau kan jadi kudu ngangkat telpon. Akhirnya justeru dia gak punya waktu buat dirinya sendiri. Ah kasian deh lu..., makanya keluar aja buat makan siang.

...Tapi Makanlah yang Sehat

Makanlah makanan yang sehat, sebab makanan yang sehat akan mampu menjaga tubuh tetap sehat. Dan dengan tubuh yang sehat, pikiran juga jadi tetap sehat. Makan makanan yang kurang sehat bikin kita jadi juga letoy dan tentunya nggak bergairah saat ngode...

Abaikan Komputer yang Ada di Rumah

Seorang programmer, entah karena hobi atau entah yang lain, seringkali masih terus bekerja dengan komputernya di rumah. Ini sebenarnya kurang baik. Pekerjaan yang ada di rumah masih bisa dikerjakan lain waktu kan? Seringkali frustasi karena pekerjaan di rumah lebih menekan daripada pekerjaan di kantor. Oleh karena itu hindarilah sering-sering mengerjakan perkerjaan programming pribadi di rumah.

Lakukan Pekerjaan non Teknikal

Orang yang pekerjaannya programming dan programming lagi akan sering kehilangan topik selain komputer. Untuk itu mempunyai hobi selain komputer akan bisa menjaga kita tetap tajam/lantip. Sekali-kali tinggalkan dunia pemrograman untuk sementara. Bacalah buku-buku di luar pemrograman, macem buku mancing, nanem kembang kek apa. Yang penting bukan programming.

Luangkan Waktu Bersama Teman

Programmer juga manusia, dia butuh bersosialisasi. Jadi keluarlah, ngobrol-ngobrol tatap muka sama teman penting. IM bukan cara yang dianjurkan.

Ambil Cuti

Kalo pekerjaan nyatanya sudah terlalu membosankan, jangan takut untuk ambil cuti. Berliburlah ke tempat-tempat yang exotic. Ini akan membantu untuk benar-benar lepas dari kejenuhan terhadap pekerjaan yang bener-bener sudah sampai taraf menyebalkan.

Sadari jika Programming bukan Pekerjaan yang Tepat

Jika seseorang programmer sudah sampai pada taraf tak terkendali tingkat stresnya sehingga tidak mampu lagi menjalankan fungsinya, segera sadari bahwa programming bukan hal yang tepat bgi dia. Masih banyak pekerjaan di luar sana yang mungkin justeru lebih baik buatnya. (cuma yang ini emang agak susah sih buat kondisi di indoesa, ha ha ha…..)


Popular posts from this blog

Snort dan Suricata IDPS

Sugeng pagi, Mas! Pagi, gimana kabarnya? Baik, Mas. Gini, Mas! Saya lagi pusing ngurusin jaringan di kantor. Pusing kenapa? Itu lo, Mas, virus tau-tau nongol tanpa permisi.  Bikin jaringan jadi lemot. Yang lebih repotnnya lagi, kita gak tau dari sebelah mana penyebarannya. Lah, gitu aja kok pusing.  Kamu punya alat monitoring macem IDS gak? Apa itu IDS, Mas? IDS itu, singkatan coro londo Intrussion Detection System.  Maksudnya sistem buat mendeteksi aktifitas penyusupan. La, itu kan bukan antivirus, Mas! Lagian mana ada sih yang nyusup di kantor saya.  Apalagi kantor banyakan mainnya di jaringan private. La ini, yang salah! Jangan beranggapan bahwa setiap penyusupan itu datangnya dari luar. Ancaman kebocoran itu paling besar justeru datangnya dari dalam. Dan satu hal lagi penyusupan tidak harus terjadi dalam satu saat.  Seperti proses penyusupan yang dilakukan dengan menggunakan kuda trojan.  Para penyusup justeru anteng dulu di dalam kuda trojan....

Null Allowed dan PK di Sybase ASE

Ha ha ha ha... Setelah nginep (eh nginep nggak dong la wong gak tidur) semaleman buat migrasi data, aku dapet PR baru. Menyempurnakan tool yang aku bikin. Ya harus disempurnakan la wong jalannya masih geyal-geyol. Hi hi hi hi. Hari ini, aku mencoba untuk membuat satu routine buat mengekstrak DDL bukan lewat tool yang dah ada dari Sybase, tapi murni bikinanku sendiri. Setelah tengok sana tengok sini make matanya Oom Google, akhirnya bisa terbentuk juga query dasar buat ekstrak DDL. Tapi masalah kemudian adalah menentukan suatu kolom masuk ke PK dan kemudian apakah suatu kolom itu nullallowed. Ternyata kunci untuk masuk ke PK ada di system table yang namanya 'sysindexes' dan untuk null allowed karena mengacu ke kolom ada di syscolumns. Check ini ada di kolom status dari syscolumns. Kondisi untuk check adalah 'status & 8' jika menhasilkan lebih besar dari 0 maka dia null allowed jika sama dengan 0 maka dia not null. Kemudian untuk masuk ke pk atau tidak checknya ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...