Skip to main content

Menanggulangi CVE-2016-2107 Pada Zimbra 8.6 Opensource

CVE-2016-2107 adalah celah pengamanan yang memanfaatkan padding-oracle attack pada openssl untuk mendapatkan clear text dari suatu informasi sensitif melalui SSL messages yang dikemas dengan openssl sebelum versi 1.0.1t dan 1.0.2. Penanggulangan celah pengamanan ini pada sistem yang menjalankan apache webserver relatif mudah hanya dengan mengpdate openssl yang terdaftar pada operating system. Sementara, untuk Zimbra 8.6 sepertinya harus ada tambahan effort. Ok, berikut ini adalah jurus-jurus untuk menangkal CVE-2016-2107 pada Zimbra 8.6 kita.

Pertama, Update openssl ke versi 1.0.1t atau lebih tinggi.
Ambil atau download openssl versi yang dimaksud dari http://www.openssl.org. Di sini kita menggunakan source karena bila kita menginstall dari package manager, umumnya akan masuk sebagai bagian terintegrasi dari OS. Sementara Zimbra menggunakan paket-paket yang terdaftar secara internal.
OK, kita lanjutkan. Setelah kita download, kita lanjutkan dengan proses kompilasi dengan langkah sebagai berikut:



  • Sebagai root, extract compressed tarball file
  • Masuk ke direcotry source hasi installasi dan jalankan:
    $./config --prefix=/opt/zimbra/openssl-1.0.1t[enter]
    $./make[enter]
    $./make depend[enter]
    $./make test[enter]
    $./make install[enter]
  • masih sebagai root, Hapus symbolic link /opt/zimbra/openssl, dan
  • Buat symbolic link /opt/zimbra/openssl-1.0.1t&ltatau yang lebih tinggi&gt dengan target /opt/zimbra/openssl

    ln -s /opt/zimbra/openssl-1.0.1t /opt/zimbra/openssl

  • Fix permissions untuk semua directory dari zimbra dengan (masih sebagai root) perintah berikut:
    /opt/zimbra/libexec/zmfixperms --extended


Langkah-langkah di atas baru update openssl, selanjutnya kita harus menyesuaikan environment variable untuk mendisablekan AES-NI pada linux openssl agar openssl mengabaikan instruksi hardware AES.

  • Edit /opt/zimbra/bash_profile dan tambahkan line berikut:
    # workaround CVE-2016-2107
    export OPENSSL_ia32cap="~0x200000200000000"
  • Edit file sudoers biasanya ada di /etc/sudoers atau bergantung pada distro yang anda pakai. Tambahkan baris berikut
    Defaults env_keep += "OPENSSL_ia32cap"
  • Terakhir jalankan perintah berikut
    $ zmlocalconfig -e postfix_import_environment='OPENSSL_ia32cap'
    Dan untuk memastikan efeknya, restart zimbra

Setelah semuanya, silakan di test di sini: https://filippo.io/CVE-2016-2107/
Bila hasilnya seperti di bawah ini, berarti zimbra kita telah terbebas:


Contoh yang udah sakses

Popular posts from this blog

Replikasi PostgreSQL 9.0

PostgreSQL 9.0.x mungkin merupakan satu lompatan yang mampu menyejukkan 'kekeringan' para penggemar PostgreSQL akan satu fitur yang paling sangat dinantikan. Replikasi. Semenjak saya mulai keranjingan PostgreSQL pada tahun 2006, hal yang paling sering mengganggu adalah masalah replikasi data. Tak usahlah sampai ke active-active, active-passive pun terasa amat sulit mendapatkan pemecahannya. Memang teramat banyak pilihan replikasi untuk postgres, namun, ataghfirullah, reliability nya sangat-sangat rentan. Terutama bila dipegang oleh orang yang tidak terlalu menguasai. Sebut saja pgCluster, pgPool, sequoia, atau Slony. Hampir semua nyaris bikin frustasi, kecuali Slony. Hanya proses inisiasi Slony teramat-amat sangat ribet dan menghasilkan rieut yang sangat. Nah ribet, rieut inilah kemudian yang dicoba untuk dipangkas oleh Replikasi PostgreSQL 9.0. Streaming Replication Streaming Replication? Kenapa streaming? PostgresSQl 9.0.x memanfaatkan XLOG (pg_xlog) untuk melakukan ...

Superfish Menginjeksi Laman-Laman Google

Beberapa bulan lalu pengguna lenovo sempat dibuat gerah dengan penggunaan software superfish yang sengaja disisipkan oleh Lenovo. Penggunaan adware yang sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang suka berbelanja ternyata justeru menjadi duri dalam daging bagi pengguna. Adware ini, mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer dan akhirnya membuat komputer yang bersangkutan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Dan yang paling ‘menggemaskan’ adalah adware ini bisa menyuntikkan iklan-iklan yang tidak diinginkan (bahkan sering menampilkan gambar perempuan dengan pakaian minim) ketika pengguna membuka web apapun. Meskipun Lenovo telah berjanji untuk menghentikan penggunaan Superfish, namun ternyata bahaya masih mengintai para pengguna internet. Google sebagai peramban paling populer saat ini berpotensi menyebarkan Ad Injection melalui ekstensyen nya. Berdasar riset dari Google, 4% laman google telah di-inject oleh superfish dengan iklan-iklan yang gak jelas. Dan 5....

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...