Skip to main content

Ransomware Ransom32 Javascript yang Pertama.

Bayangkan bila pagi-pagi, ketika semangat sedang tinggi-tingginya kemudian ketemu bebegig, gandarwa, kuntilanak, banaspati, lampor, betara kala atau apapun yang mengerikan. Neg!

Itu yang saya temui pagi ini, ibarat ketemu yang macem-macem itu, pagi ini saya baca berita yang ngasi kabar bahwa saat ini sudah ada ransomware yang dibangun dengan javascript. Parahnya, ransomware ini menggunakan NW.js, yang umumnya digunakan pada webkit dan turunannya atau untuk membuat aplikasi yang memanfaatkan HTML dan CSS. Dan bila dlihat dari bahan bakunya, maka ransoware ini bersifat platform independent alias bisa menginfeksi platform apapun, baik Linux, Mac, apalagi Windows. Menurut Fabian Wosar ahli pengamanan dari Emsisoft (Emsisoft GmbH http://www.emsisoft.com ),  ransomware jenis ini bisa sangat mudah dikemas untuk menginfeksi Linux maupun Mac.

Penampakan Ransom32

Ransom32, pada awalnya hanya menginfeksi Windows. Bahkan pada beberapa variant berikutnya, masih hanya bermain di Windows. Namun, ketika ia menggunakan NW.js, maka bukan lagi windows yang bisa mereka permainkan. Mac dan Linux, kemudian menjadi ladang pemerasan berikutnya.

Meskipun secara normal, javascript hanya bisa bermain melalui browser, namun penggunaan NW.js membuka kemungkinan interaksi dengan Operating System sebagaimana bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti C++ atau Delphi.

Ransom32 saat ini sudah dijual sebagai suatu”layanan” sebagai ransomware-as-a-service.  Beberapa pengembang ransomware meminta prosentase dari pembayaran ransom, sementara yang lain meminta bagian dari keuntungan. Dan sebagaimana crypto-malware lainnya, orang yang pengin menyebarkan ransomware ini akan bersembunyi dengan memanfaatkan jaringan TOR (the onion router) untuk mendapatkan ransomware pesanannya untuk kemudian menyebarkannya melalui spam e-mail setelah menginput alamat bitcoin tempat korban harus mentransfer bitcoin. Selain e-mail, web interface juga bisa menjadi kendaraan cyber bagi penyebaran ransomware.

Penampakan Ransomware32

Tidak seperti ransomware lain yang hanya berukuran 1MB, Ransom32 ini berukuran 32MB. Ukuran yang sangat besar. Dalam hal ukuran mungkin buat kita yang masih berjalan pada koneksi pas-pasan akan cukup aware bahwa “ada sesuatu yang sedang turun” dari suatu tempat ke komputer kita. Namun buat yang tersambung degan koneksi tinggi, mungkin akan sulit mendeteksi “kehadiran penjahat” pada device kita.  Dan dari segi ukuran mungkin beberapa antivirus akan mengabaikannya karena secara default hanya melakukan scanning untuk file di bawah 30MB atau bahkan di bawah 10MB.

Dan lebih parah lagi, karena Ransom32 menggunakan NW.js yang merupakan software legitimate, antivirus juga akan kesulitan untuk menentukan signature yang bisa membedakan NW.js yang digunakan oleh Ransom32 atau NW.js yang digunakan oleh aplikasi lain yang legitimate.

Ransom32 akan dikemas sebagai sel extracted rar file dan akan membuat shortcut pada folder startup dari user dengan menamakan diri sebagai ChromeService, yang akan memastikan bahwa malware akan selalu tereksekusi setiap saat melakukan booting. Bila ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk mendapati bahwa dokumen dan file multimedia kita telah terenkripsi dengan AES key tersimpan di dalam file yang terenkripsi. Korban hanya diberikan waktu sampai 4 hari sebelum AES key yang digunakan untuk mendekripsi file akan dihapus sehingga file tidak akan pernah bisa kagi didecrypt.

Memperhatikan hal-hal di atas, maka ada baiknya bila:
  1. Tidak mengaktifkan javascript file sebagai runable file.
  2. Berhati-hati dalam menginstall Node.js. Installasi Node.js akan membuat javascript bisa dijalankan melalui shell (command line).
  3. Berhati-hati dengan setiap attachment yang dikemas sebagai rar yang berukuran kurang lebih 32MB terutaa dari orang tidak dikenal.


Demikian moga-moga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Awal Perjalanan

Jalan di dusun Pedhudutan pagi ini masih sangat sepi. Meskipun adzan Shubuh telah berkumandang, dan jama’ah Shubuh telah kembali dari langgar, namun aktifitas penduduk masih belum terlihat bergeliat. Hanya beberapa penduduk yang terlihat telah mendahului pergi ke pasar menjemput pagi. Menjemput rezeki pagi ini. Wadasputih, lintasan pegunungan yang melingkupi dusun Pohkumbang, masih nampak hitam di ujung timur seakan mencanda mentari agar tetap dalam peraduannya meski semburat tangan sinarnya telah menggapai awan yang masih malas-malasan di atas sana. Padepokan Gagak Wulung, pagi ini, terasa sangat sepi. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara cantrik mengalunkan pesan-pesan ilahi, maupun yang gladen, olah kanuragan. Bahkan dapur-dapur padepokan yang biasanya diisi oleh para simbok, istri-istri cantrik senior maupun para cantrik perempuan, pagi ini sepi. Hanya ada sedikit sisa asap pedhangan bekas menanak nasi tadi, sebelum subuhan. Semua cantrik berkumpul di depan pendo...

Analisis Interaktif Kerentanan PHP

Dasbor Analisis Kerentanan PHP 2025 Analisis Interaktif Kerentanan PHP CVE-2025-1735 (pgsql) & CVE-2025-6491 (SOAP) CVE-2025-1735 CVE-2025-6491 Ringkasan CVE-2025-1735: Ekstensi `pgsql` Kerentanan ini berasal dari penanganan kesalahan yang tidak memadai dalam ekstensi PostgreSQL PHP, yang berpotensi menyebabkan Injeksi SQL dan Penolakan Layanan (DoS). Bagian ini memvisualisasikan data kunci untuk memahami risikonya. Detail Kerentanan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...