Skip to main content

Heartbeat Oh Heartbleed, Fixing Heartbleed pada Ubuntu 12.0.4

Kadang kita memang sering lengah dengan apa yang tengah terjadi. Oleh karena itulah maka dibilang bahwa silaturahmi itu memanjangkan umur.  Kenapa? Karena dengan silaturahmi itu maka ada proses saling mengingatkan.  Bayangkan bila ada orang yang sukanya sendiri, ngumpet, gak mau ketemuan sama orang lain sama sekali.  Masih mending bila dalam ngumpetnya itu dia melakukan interaksi sosial dengan menggunakan media daring (da-lam ja-ring-an), atau sekarang lebih sering disebut socmed (social media).  Saling mengingatkan dari jarak yang cukup jauh dan sangat jauh masih bisa terjadi.
Kali ini aku mengalami sendiri.  Betapa tidak, heartbleed yang awalnya aku cuma baca banyak mengancam gadget android sehingga dalam hati ada helaan 'hhh biar saja berarti gak bakal ngancam server-server piaraanku!'
Tapi, waww!!! Ternyata bukan itu masalahnya.  Bukan masalah di devicenya dan maupun OS nya. Tapi masalahnya pada library pengamanan yang dipakai.  Pfffh.... OpenSSL!
Ternyata biangnya itu pada OpenSSL. Arrggghhh! Parahnya, ini aku ketahui dari temen, bukan dari kesadaranku sendiri untuk cari tahu.  Jadi, ni temen ngasih tahu kalo itu celah bukan cuma ada di gadget.  Celah ini justeru lebih berbahaya karena ada di server. Tapi emang ternyata pun bukan cuma aku saja yang teledor.  Karena para master pengamanan yang ada di dunia ini telah sekitar 2 tahun terlena tanpa tahu kehadiran kutu(kupret) pada library OpenSSL, sampai suatu saat ada beberapa orang yang begitu cermat untuk menemukan celah pengamanan ini. Dan parahnya, setelah server-server piaraanku yang menggunakan OS versi mutakhirin aku test, bolong semua!!!

Apakah Heartbleed itu virus?
Heartbleed itu bukan virus, tapi celah pengamanan yang potensial digunakan oleh orang-orang yang sangat pengin tahu data orang lain. Bahkan oleh virus untuk mengumpulkan data dari suatu situs. Karena celah pengamanan ini, SSL (Secure Socket Layer) yang seharusnya bisa membungkus data dengan rapi malah justeru membungkus dengan alakadarnya sehingga orang lain bisa mengintip isinya.  Yang parah kalo yang diintip itu password. Nah lo... Apalagi apabila passwordnya adalah password milik admin.  Orang tinggal ngegali seluruh data dan melakukan disclosure data dengan semaunya.  TANPA BISA DITRACE.
Heartbleed mempunyai identiti CVE dengan nomor CVE-2014-0160. CVE sendiri merupakan singkatan dari Common Vulnerabilities and Exposures yang merupakan penamaan standar pada pengamanan informasi yang dibina oleh MITRE. Bila sodara pengin lihat bagaimana virus ini bekerja silakan lihat di sini. Dan lebih lanjut mengenai celah pengamanan ini silakan kunjungi halaman http://heartbleed.com.

Terus bagaimana dengan server-server piaraanku nih!? Setelah cari sana-cari sini termasuk dari webnya heartbleed.com, dan karena server-serverku semuanya make Ubuntu 12.0.4, ternyata hanya butuh 2 langkah untuk memperbaiki ini; update repository dan update security.


serverku#~:apt-get update
serverku#~:apt-get upgrade


Dan...., setelah kita test....!

Alhamdulillah semuanya beres!



Popular posts from this blog

Snort dan Suricata IDPS

Sugeng pagi, Mas! Pagi, gimana kabarnya? Baik, Mas. Gini, Mas! Saya lagi pusing ngurusin jaringan di kantor. Pusing kenapa? Itu lo, Mas, virus tau-tau nongol tanpa permisi.  Bikin jaringan jadi lemot. Yang lebih repotnnya lagi, kita gak tau dari sebelah mana penyebarannya. Lah, gitu aja kok pusing.  Kamu punya alat monitoring macem IDS gak? Apa itu IDS, Mas? IDS itu, singkatan coro londo Intrussion Detection System.  Maksudnya sistem buat mendeteksi aktifitas penyusupan. La, itu kan bukan antivirus, Mas! Lagian mana ada sih yang nyusup di kantor saya.  Apalagi kantor banyakan mainnya di jaringan private. La ini, yang salah! Jangan beranggapan bahwa setiap penyusupan itu datangnya dari luar. Ancaman kebocoran itu paling besar justeru datangnya dari dalam. Dan satu hal lagi penyusupan tidak harus terjadi dalam satu saat.  Seperti proses penyusupan yang dilakukan dengan menggunakan kuda trojan.  Para penyusup justeru anteng dulu di dalam kuda trojan....

Null Allowed dan PK di Sybase ASE

Ha ha ha ha... Setelah nginep (eh nginep nggak dong la wong gak tidur) semaleman buat migrasi data, aku dapet PR baru. Menyempurnakan tool yang aku bikin. Ya harus disempurnakan la wong jalannya masih geyal-geyol. Hi hi hi hi. Hari ini, aku mencoba untuk membuat satu routine buat mengekstrak DDL bukan lewat tool yang dah ada dari Sybase, tapi murni bikinanku sendiri. Setelah tengok sana tengok sini make matanya Oom Google, akhirnya bisa terbentuk juga query dasar buat ekstrak DDL. Tapi masalah kemudian adalah menentukan suatu kolom masuk ke PK dan kemudian apakah suatu kolom itu nullallowed. Ternyata kunci untuk masuk ke PK ada di system table yang namanya 'sysindexes' dan untuk null allowed karena mengacu ke kolom ada di syscolumns. Check ini ada di kolom status dari syscolumns. Kondisi untuk check adalah 'status & 8' jika menhasilkan lebih besar dari 0 maka dia null allowed jika sama dengan 0 maka dia not null. Kemudian untuk masuk ke pk atau tidak checknya ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...