Skip to main content

"Kho Ping Hoo" akhirnya tiba di tanah leluhurnya

Asmaraman S. Khoo Ping Hoo
Beijing (ANTARA News) - Penulis cerita silat Indonesia keturunan Tionghoa Sukawati Asmaraman atau dikenal dengan Kho Ping Hoo akhirnya tiba di Tanah Leluhur-nya China, melalui salah satu karyanya "Suling Emas" yang diterjemahkan dalam bahasa Mandarin.

Peluncuran komik silat Kho Ping Hoo "Suling Emas" versi Mandarin dilaksanakan Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan, di Beijing, Sabtu malam.

Pria kelahiran 1946 itu hingga akhir hayatnya telah menulis sekitar 120 seri komik silat dengan latar belakang Negeri China, salah satunya Bu Kek Siansu yang pada jilid 2-nya bertajuk "Suling Emas".

"Meski seluruh karyanya berlatar belakang Negeri China, bahkan teknik silatnya pun Kung Fu, namun almarhum hanya sekali mengunjungi China yakni ke Provinsi Shandong tepatnya di area Gunung Thaysan," ungkap Imron.

Ia menambahkan,"sebelum datang ke Thaysan, Kho Ping Hoo sudah melukiskannya dalam salah satu komik karyanya. Bayangkan, dia sama sekali belum pernah mengenal dan menginjakkan kakinya ke China, seperti Thaysan, tapi China sangat mewarnai cerita komiknya, termasuk Kung Fu-nya".

Cerita silat "Suling Emas" karya Kho Ping Hoo, versi Mandarin akan diedarkan di China secara on-line.

"Untuk tahap awal, kita cetak 200 buku "Suling Emas", agar masyarakat China, khususnya di Beijing dapat mengenal sosok Kho Ping Hoo," kata pengusaha Kasim Gazhali, selaku pemegang hak cipta dan penerbit.

Buku elektronik "Suling Emas" karya Kho Ping Hoo versi Mandarin akan beredar secara on-line di China mulai pertengahan Januari 2014 dengan harga 1,88 Yuan, katanya.

Sementara itu Sekjen Pusat ASEAN-China Ma Mingqiang mengatakan imajinasi Kho Ping Hoo tentang China yang digambarkan dalam setiap karyanya, sangat mengesankan.

"Dia tidak pernah menjejakkan kaki di China, namun bisa menggambarkan China begitu rinci dan sangat sesuai dengan kenyataannya, dalam karyanya," katanya.

Ma Mingqiang menambahkan,"ini menandakan kebudayaan bisa menjadi jembatan penguat hubungan dua bangsa Indonesia dan China yang telah berlangsung lama. Semoga masyarakat China dapat menikmati dan mengenal sosok Kho Ping Hoo dengan karyanya, yang penuh dengan cerita heroik dan mengandung nilai luhur Indonesia serta China,".

Popular posts from this blog

Awal Perjalanan

Jalan di dusun Pedhudutan pagi ini masih sangat sepi. Meskipun adzan Shubuh telah berkumandang, dan jama’ah Shubuh telah kembali dari langgar, namun aktifitas penduduk masih belum terlihat bergeliat. Hanya beberapa penduduk yang terlihat telah mendahului pergi ke pasar menjemput pagi. Menjemput rezeki pagi ini. Wadasputih, lintasan pegunungan yang melingkupi dusun Pohkumbang, masih nampak hitam di ujung timur seakan mencanda mentari agar tetap dalam peraduannya meski semburat tangan sinarnya telah menggapai awan yang masih malas-malasan di atas sana. Padepokan Gagak Wulung, pagi ini, terasa sangat sepi. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara cantrik mengalunkan pesan-pesan ilahi, maupun yang gladen, olah kanuragan. Bahkan dapur-dapur padepokan yang biasanya diisi oleh para simbok, istri-istri cantrik senior maupun para cantrik perempuan, pagi ini sepi. Hanya ada sedikit sisa asap pedhangan bekas menanak nasi tadi, sebelum subuhan. Semua cantrik berkumpul di depan pendo...

Analisis Interaktif Kerentanan PHP

Dasbor Analisis Kerentanan PHP 2025 Analisis Interaktif Kerentanan PHP CVE-2025-1735 (pgsql) & CVE-2025-6491 (SOAP) CVE-2025-1735 CVE-2025-6491 Ringkasan CVE-2025-1735: Ekstensi `pgsql` Kerentanan ini berasal dari penanganan kesalahan yang tidak memadai dalam ekstensi PostgreSQL PHP, yang berpotensi menyebabkan Injeksi SQL dan Penolakan Layanan (DoS). Bagian ini memvisualisasikan data kunci untuk memahami risikonya. Detail Kerentanan ...

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen. Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995. "Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pad...